Foto

Foto
Mahasiswa dan Dosen STKPK BI

Kamis, 08 Desember 2011

STATUTA


Statuta
Sekolah Tinggi Kateketik Pastoral Katolik
Bina Insan

MUKADIMAH

P
endidikan Nasional sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undanf dasar 1945 bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya. Sedangkan Pembangunan Nasional di bidang pendidikan merupakan upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang beriman, bertaqwa dan berakhlak mulia serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur dan beradab berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang dasar 1945.

Semua manusia memiliki martabat pribadi, leh sebab itu semua manusia mempunyai hak tak tergugat atas pendidikan yang sesuai dengan tujuan, bakat dan kebudayaan serta tradisi leluhur dan yang sekaligus terbuka bagi pergaulan dengan bangsa-bangsa lain sebagai saudara untuk memajukan kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.

Pendidikan yang benar mengikhtiarkan pembinaan pribadi manusia untuk tujuan akhirnya dan serentak untuk kepentingan masyarakat. Maka proses pendidikan dan pengajaran harus mampu membina bakat intelektual dengan perawatan yang tekun, mengembangkan kemampuan menilai dengan tepat, mengantar ke dalam warisan budaya yang diperoleh dari angkatan terdahulu, mengembangkan kepekaan terhadap nilai-nilai, mempersiapkan kehidupan profesi, memupuk antara peserta didik dengan bakat dan dari lapisan yang berbeda-beda, pergaulan yang akrab yang melahirkan kesediaan untuk saling memahami.

Gereja Katolik memberikan perhatian sangat besar pada pendidikan, karena pendidikan merupakan bagian tak terpisahkan dari tugas Gereja untuk mewartakan penyelematanan Allah kepada manusia. Pendidikan mempunyai makna penting dalam kehidupan dengan segala seginya. Melalui dan berkat pendidikan, manusia tidak hanya mampu menerima dan meneruskan ilmu pengetahuan dan teknologi dari generasi sebelumnya, tetapi juga mampu merekayasa dan menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dibutuhkan bagi pengembangan dirinya di masa depan.

Sekolah Tinggi Kateketik Pastoral katolik Bina Insan sebagai perguruan tinggi swasta yang berkedudukan di Samarinda, menyelenggarakan Pendidikan Tinggi yang bertanggungjawab untuk menyiapkan peserta didik menjadi manusia Indonesia yang mandiri, berbudi pekerti luhur, sehat jasmani-rohani serta memiliki kemampuan akademik profesional sehingga dapat menerapkan, mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta memiliki tanggungjawab sosial.

Statuta Sekolah Tinggi Kateketik Pastoral Katolik Bina Insan disusun dan ditetapkan sebagai pedoman dasar untuk merencanakan, mengembangkan dan menyelanggarakan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta rujukan bagi pengembangan peraturan umum, peraturan akademik dan prosedur operasional yang berlaku di lingkungan Sekolah Tinggi Kataketik Pastoral Katolik Bina Insan.

BAB I
KETENTUAN UMUM

Ketentuan Umum
Pasal 1

Dalam Statuta ini yang dimaksud dengan:
1.              Pendidikan Tinggi adalah pendidikan pada jalur pendidikan sekolah pada jenjang yang lebih tinggi dari pada pendidikan menengah di jalur pendidikan sekolah

2.              Perguruan Tinggi adalah satuan pendidikan yang menyelenggarakan Sekolah Tinggi Kateketik Pastoral Katolik Bina insan

3.              Statuta Sekolah Tinggi Kateketik Pastoral Katolik Bina Insan adalah pedoman dasar penyelenggaraan kegiatan yang dipakai sebagai acuan untuk merencanakan, mengembangkan program dan penyelenggaraan kegiatan fungsional sesuai dengan tujuan perguruan tinggi yang berisi dasar yang dipakai sebagai rujukan pengembangan peraturan umum, peraturan akademik dan prosedur operasional

4.              Ketua adalah Pimpinan Sekolah Tinggi Kateketik Pastoral Katolik Bina Insan Samarinda

5.              Senat Perguruan Tinggi adalah badan normatif dan perwakilan tertinggi di Sekolah Tinggi Kateketik Pastoral Katolik Bina Insan Samarinda

6.              Jurusan adalah unit akademik yang melaksanakan pendidikan akademik di lingkungan Sekolah Tinggi Kateketik Pastoral Katolik Bina Insan Samarinda

7.              Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan kuliah, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar

8.              Pendidikan akademik adalah pendidikan tinggi yang diarahkan terutama pada penguasaan ilmu pengetahuan dan pengembangannya

9.              Civitas Akademika adalah satuan yang terdiri atas dosen dan mahasiswa pada Perguruan Tinggi

10.          Tenaga kependidikan adalah dosen dan tenaga penunjang akademik

11.          Dosen adalah tenaga pendidikan profesional pada Sekolah Tinggi Kateketik Pastoral Katolik Bina Insan Samarinda dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi, melalui pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat

12.          Tenaga Penunjang              Akademik adalah tenaga kependidikan Sekolah Tinggi Kateketik Pastoral Katolik Bina Insan Samarinda yang bertugas menunjang penyelenggaraan akademik, meliputi peneliti, pengembang pendidikan, pustakawan, pranata komputer, laboran, dan teknisi
13.          Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar pada Jurusan/Program Studi dalam lingkungan Sekolah Tinggi Kateketik Pastoral Katolik Bina Insan Samarinda

14.          Alumni adalah seseorang yang tamat pendidikan di lingkungan Sekolah Tinggi Kateketik Pastoral Katolik Bina Insan Samarinda

15.          Kebebasan Akademik adalah kebebasan anggota Civitas akademika dalam melaksanakan dan mengembangkan ilmu dan teknologi melalui kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan norma dan kelaziman akademik yang berlaku

16.          Kebebasan Mimbar adalah kebebasan anggota Civitas akademika dalam menyebarluaskan hasil penggunaan kebebasan akademik melalui pertemuan ilmiah berupa perkuliahan, ceramah, seminar, diskusi, simposium, dan ujian yang diselenggarakan dalam rangka kegiatan pembelajaran

17.          Otonomi Keilmuan adalah kemandirian suatu cabang ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan kekhasan/keunikan bidang telaah, metode dan sistematika, dan substansi cabang ilmu pengetahuan, teKnologi dan/atau seni untuk mengungkap, menemukan, dan mempertahankan kebenaran untuk menjamin pertumbuhan ilmu secara berkelanjutan

18.          Otonomi Pengelolaan       adalah   kemandirian      Sekolah Tinggi Kateketik Pastoral Katolik Bina Insan Samarinda Samarinda untuk merencanakan, melaksanakan, mengkoordinasikan, dan mengevaluasi pelaksanaan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku

19.          Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah dharma yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat

20.          Menteri adalah Menteri yang bertanggung jawab di bidang Pendidikan Nasional

21.          Yayasan adalah Yayasan Mitra Kasih yang didirikan oleh otoritas Gereja Katolik Keuskupan Agung Samarinda sebagai Lembaga penyelenggara Sekolah Tinggi Kateketik Pastoral Katolik Bina Insan Samarinda yang sekaligus sebagai pemilik, pengelola, dan pembina

22.          Badan Pelaksana Harian adalah Badan yang dibentuk oleh Yayasan Mitra Mitra Kasih sebagai pelaksana tugas yayasan sehari-hari dalam menyelenggarakan kegiatan operasional


BAB II
VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

Visi
Pasal 2
Terwujudnya tenaga pendidik dan pengajar agama Katolik yang berjiwa misioner, profesional, beriman teguh, tanggap, tangguh, berbudi luhur dan mandiri dalam karya pastoral Gereja.

Misi
Pasal 3

(1)    Melaksanakan dan mengembangkan Pendidikan dan Pengajaran Agama Katolik yang otentik  dan kontekstual serta pembinaan mental-spiritual yang berorientasi pada keterlibatan karya pastoral 

(2)    Melaksanakan penelitian untuk pengembangan karya pendidikan  dan pengajaran agama Katolik

(3)    Melaksanakan pengabdian masyarakat dengan semangat pelayanan


Tujuan
Pasal 4

(1)    Menghasilkan tenaga pendidik dan pengajar agama Katolik yang menguasai secara utuh ilmu pendidikan dan pengajaran agama katolik dan mampu menerapkannya dalam karya katekese dan pastoral

(2)    Menghasilkan tenaga pendidik dan pengajar agama Katolik yang  memiliki spiritualitas katekis yang menyemangati seluruh hidup  dan karya panggilannya

(3)    Menghasilkan tenaga pendidik dan pengajar agama Katolik yang memiliki motivasi untuk menggali, menemukan pengetahuan baru melalui penelitian dan mengimplementasikan dalam karya pendidikan dan pengajaran agama katolik

(4)    Menghasilkan tenaga pendidik dan pengajar agama Katolik yang memiliki komitmen untuk mengabdi pada Gereja dan masyarakat dengan semangat pelayanan

(5)    Menghasilkan tenaga pendidik dan pengajar agama Katolik yang memiliki sikap kemandirian sehingga mampu mengatasi masalah dan tantangan yang dihadapi dalam hidup dan karya dengan semangat misioner

(6)    Menghasilkan tenaga pendidik dan pengajar agama Katolik yang memiliki wawasan kebangsaan, terbuka untuk berdialog serta bekerjasama sehingga mampu hidup berdampingan dengan sesama dalam persekutuan Gereja dan masyarakat

Sasaran
Pasal 5

(1)    Terselenggaranya Pendidikan dan Pengajaran Agama Katolik yang otentik  dan kontekstual sehingga peserta didik mampu mengajar secara baik dan benar ajaran iman dan moral Katolik

(2)    Terlaksananya pembinaan mental-spiritual yang berorientasi pada keterlibatan karya pastoral, sehingga peserta didik  mampu mewujudkan spiritualitas sebagai katekis dalam hidup dan karya

(3)    Terlaksananya kegiatan penelitian pengembangan karya pendidikan  dan pengajaran agama Katolik, sehingga peserta didik memiliki motivasi untuk menggali, menemukan pengetahuan baru melalui penelitian yang terkait dengan bidang keahliannya

(4)    Terselenggaranya kegiatan pengabdian masyarakat, sehingga peserta didik memiliki komitmen dan mampu melibatkan diri dalam karya pastoral Gereja dan masyarakat berlandaskan semangat pelayanan

(5)    Terlaksananya pembinan sikap yang berorientasi pada kemandiran, sehingga peserta didik mampu mengatasi masalah dan tantangan yang dihadapi dalam hidup dan karya

(6)    Terlaksananya pembinaan civitas akademika, sehingga peserta didik memiliki wawasan kebangsaan, terbuka untuk berdialog dan mampu hidup berdampingan dengan sesama dalam persekutuan Gereja dan masyarakat

(7)    Terselenggaranya pelatihan ketrampilan kateketik pastoral  yang terprogram secara sistematik dan terpadu, sehingga  peserta didik memiliki pengetahuan, keterampilan  dan sikap seorang cendekiawan yang beriman Katolik dan mampu melaksanakan tugas sebagai pendidik dan pengajar agama Katolik yang profesional

(8)    Terlaksananya kerjasama kemitraan dengan Paroki, Kelompok Kategorial, Komisi, Lembaga dan Yayasan dalam lingkup internal gereja Katolik yang berorientasi pada Visi dan Misi Keuskupan Agung Samarinda dalam upaya meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran agama Katolik

(9)    Terlaksananya kerjasama kemitraan dengan Pemerintah Pusat dan Daerah, Perguruan Tinggi atau Lembaga-lembaga lain dalam upaya meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran agama Katolik


BAB III
IDENTITAS

Nama dan Kedudukan
Pasal 6

(1)    Sekolah Tinggi Kateketik Pastoral Katolik Bina Insan adalah Perguruan Tinggi Agama Katolik Swasta sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia, Nomor 325, Tahun 2002 tentang Pedoman Pendirian dan Pembinaan Perguruan Tinggi Agama Katolik Swasta, berkedudukan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur

(2)    Sekolah Tinggi Kateketik Pastoral Katolik Bina Insan diselenggarakan oleh Yayasan Mitra Kasih dibawah pengawasan dan tanggungjawab Uskup Keuskupan Agung Samarinda

(3)    Dalam Statuta ini Sekolah Tinggi Kateketik Pastoral Katolik Bina Insan, disebut dengan singkatan STKPK Bina Insan

Asas dan Fungsi
Pasal 7

(1)    Sekolah Tinggi Kateketik Pastoral Katolik Bina Insan berasaskan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 dan Magisterium Gereja Katolik

(2)    Fungsi Sekolah Tinggi Kateketik Pastoral Katolik Bina Insan adalah menyelenggarakan dan mengembangkan pendidikan akademik dan pelatihan­-pelatihan sesuai dengan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran STKPK Bina Insan


Makna Nama
Pasal 8

(1)    Sekolah Tinggi Kataketik Pastoral Katolik Bina Insan adalah Perguruan Tinggi Agama Katolik Swasta (PTAKS) yang memiliki peranan sebagai wadah pertemuan mengungkapkan nilai-nilai kristiani dalam pendidikan, didukung Sabda Kristus sebagai sumber hidupnya, tempat bertemu dengan Kristus serta tempat membina relasi dengan sesama manusia.

(2)    Landasan Biblis dari Istilah Bina Insan diambil dari teks Alkitab dalam Kisah Para Rasul Bab 4, ayat 32-33, “Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorang pun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama. Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah.”
(2)
(3)    Bina Insan memiliki makna pembinaan insan dalam konteks pemberdayaan sumber daya manusia.  Penggunaan nama “Bina Insan” dengan maksud bahwa dalam STKPK Bina Insan berhimpun orang-orang yang percaya pada Yesus Kristus, dipersiapkan menjadi abdi Yesus dalam karya pastoral di sekolah dan masyarakat sebagai perwujudan tugas perutusan Gereja.


Lambang dan Arti Lambang
Pasal 9

Arti Lambang STKPK Bina Insan:

a.    Segi lima berbentuk bunga teratai melambangkan 5 Sila Pancasila dan warna kuning melambangkan keteguhan komitmen panggilan hidup para pewarta sabda untuk melaksanakan tugas perutusan Gereja Katolik

b.    Salib dengan warna putih melambangkan amanat tugas perutusan Gereja untuk mewartakan Kerajaan Allah dengan semangat misioner

c.     Roh Kudus dengan warna merah melambangkan karunia Allah yang turun atas para rasul pada hari Pentakosta, sehingga para pewarta sabda senantiasa dipenuhi oleh roh kudus dalam melaksanakan karya perutusan Gereja.
d.    Komunitas melambangkan persekutuan umat Allah sebagaimana dimaksud dalam Kisah Para Rasul 2: 41-47, “Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka disukai semua orang, tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.”

e.    Kitab Suci melambangkan Sabda Allah yang hidup dan menjadi sumber inspirasi kehidupan bagi  orang yang beriman pada Kristus. Maka para Pewarta Sabda harus menjadikan Kitab Suci sebagai sumber inspirasi dan landasan hidup dalam tugas pelayanan pastoral


Hymne, Mars dan Busana
Pasal 10

(1)    Hymne dan Mars STKPK Bina Insan ditetapkan sebagai lagu wajib yang dinyanyikan pada upacara-upacara resmi

(2)    STKPK Bina Insan memiliki busana akademik sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yang dikenakan oleh Pimpinan STKPK Bina Insan, Dosen, Mahasiswa dan Wisudawan pada acara resmi

(3)    Upacara resmi akademik meliputi peresmian penerimaan mahasiswa baru, yudisium, wisuda sarjana dan upacara Dies Natalis

(4)    Pakaian seragam mahasiswa STKPK Bina Insan adalah bagian atas batik dan bagian bawah warna hitam

(5)    STKPK Bina Insan memiliki jaket almamater berwarna ungu melambangkan pengharapan, dilengkapi dengan lambang STKPK Bina Insan di dada sebelah kiri dan lambang merah putih kecil di sebelah kanan

1 komentar: